Brown Angels adalah sebuah blog yang ditulis oleh Wiku Pulangasih, seorang mahasiswa, pelukis, dan budayawan yang berdomisili di Yogyakarta. Di dunia maya. terutama dalam topik-topik yang membahas tentang news person, Wiku lebih dikenal dengan nickname wikuowen. Seiring dengan "Brown Angels' 100th days Anniversary", kami mencoba membuat interview singkat dengan sang kreator blog.
Interview with Wiku, Wiku and the Blog
Brown Angels (BA) : Mengapa anda tertarik untuk membuat blog seputar newsperson dan newsanchor?
Wiku Pulangasih (WP) : Dalam 17 tahun kehidupan saya, hingga bulan Agustus 2008, saya sama sekali tidak mengetahui satu pun nama news person dan news anchor di Indonesia . Bukannya tidak pernah menonton acara berita, tapi saat itu saya belum memperhatikan sosok-sosok luar biasa yang menyajikan berita ke hadapan kita. Kemudian, salah satu teman baik saya berulang tahun, dan dia sangat mengidolakan Rahma Sarita. Saya pun berusaha membuat kartu ucapan selamat ulang tahun dengan gambar Rahma Sarita. Masalahnya, saat itu saya tidak tahu siapakah Rahma Sarita itu, seorang artis, tokoh politik, atau olahragawan. Baru setelah saya melakukan "Googling", saya mengetahui bahwa Rahma Sarita adalah seorang penyiar berita. Saya ambil satu gambar Rahma Sarita di internet, saya print (satu di kertas glossy, dan satu di HVS). dan saya hadiahkan satu lembar untuk teman saya.
BA : Setelah itu anda mulai tertarik pada dunia newsperson dan memutuskan membuat blog Brown Angels?
WP : Tidak secepat itu. Setelah peristiwa tersebut, saya masih belum memiliki ketertarikan untuk mengamati para newsperson. Sekitar bulan Oktober, saya berangkat ke Vienna, Austria untuk menjalani kuliah Seni Rupa. Hari pertama saya tiba di Vienna, saya langsung diberi tugas untuk membuat satu drawing wajah wanita dengan teknik realis, dan harus dikumpulkan keesokan harinya. Saat itu malam hari, udara sangat dingin, tidak ada koneksi internet, dan saya tidak punya satu kenalan pun untuk saya gambar wajahnya. Sebagai catatan, untuk melukis wajah dengan teknik realis diperlukan model (atau paling tidak foto) wanita dengan mata, hidung, bibir, dan alis yang benar-benar berkarakter "Wanita"; bibir lentik, mata indah, dan hidung mancung. Di tengah kebingungan saya, entah bagaimana di dalam buku sket saya menemukan foto Rahma Sarita yang di print di kertas HVS yang seharusnya sudah saya berikan sebagai kado untuk teman saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Rahma Sarita sebagai "model" drawing saya, dan ketika dinilai, karya tersebut menjadi satu dari sedikit karya saya yang mendapat nilai "A".
BA : Lalu?

WP : Yah, saya merasa sangat berterimakasih pada Rahma Sarita, dan mulai memantau sosoknya via internet. Saat itu, saya baru menyadari bahwa penyiar berita Indonesia sangatlah luar biasa, baik dari segi penampilan, kecerdasan, maupun profesionalisme. Bulan Januari 2009 saya kembali ke Indonesia (libur musim dingin, ditambah cuti tiga bulan untuk mempersiapkan pameran dan Ujian Cambridge University di Bidang Science) dan membuat blog Brown Angels pada tanggal 4 Januari 2009. Saat itu saya masih sangat bingung, akan saya bawa ke mana blog ini. Baik dari segi penulisan maupun tema artikel, Brown Angels masa itu masih sangat amburadul, dan bahkan saya sendiri merasa malu jika membaca artikel-artikel awal blog ini. Untungnya tak lama kemudian saya berkenalan dengan teman-teman dari Thread Penyiar Berita Kesayangan dan Blog News Anchor Admirer. Di sana saya mendapatkan banyak pengetahuan dan masukan berharga seputar dunia news person. Bahkan saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa blog NAA adalah role model untuk Brown Angels.
BA : Ok, setelah 100 hari berjalan, ada hal-hal menarik selama mengelola blog Brown Angels?
WP : Well, saya tidak menyangka bahwa Brown Angels berhasil mendapatkan Google Page Rank hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Pengunjung rata-rata blog ini tiap bulannya mencapai 3,000 visitor. Memang bukan angka yang luar biasa, namun dengan maintenance yang seadanya, statistik tersebut bagi saya merupakan angka yang fantastis. Yang jelas, setelah membuat blog ini, saya benar-benar menyadari kerja keras kaum jurnalis, terutama news anchor, dalam menyajikan sebuah berita.
BA : Metode apa yang anda gunakan untuk mengambil gambar para newsperson bagi blog ini? Ada etika yang harus diperhatikan?
WP : Saya mengcapture dengan kamera eksternal, dari televisi. Jelas bukan metode yang bagus untuk mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Namun saya berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan membuat artikel yang menarik.
Etikanya, jika anda memuat foto penyiar berita yang sedang bertugas di stasiun TV, jangan lupa sebutkan dari stasiun TV manakah sang Penyiar Berita berasal. Jangan pernah menggunakan foto-foto Penyiar Berita untuk mendapatkan keuntungan finansial dalam bentuk apapun (iklan, pay per click, dan lain-lain) karena foto-foto tersebut merupakan hak milik stasiun TV yang bersangkutan, dan anda mungkin harus berurusan secara hukum jika tetap nekat melakukannya. Satu lagi, hormatilah privasi anchor yang bersangkutan dalam berkomentar ataupun membuat artikel di internet.
BA : Selanjutnya akan anda buat seperti apakah blog ini?
WP : Saya ingin membuat blog yang tidak sekadar membahas para newsperson, namun juga ingin agar bisa memberi masukan bagi newsperson maupun masyarakat umum, baik dalam bentuk opini maupun kritik. Saya juga ingin menjaring opini publik sebanyak mungkin tentang para insan pers Indonesia melalui blog ini, oleh sebab itu saya membuat banyak polling yang dapat ditemui dalam artikel-artikel yang telah dipublikasikan. Tentunya semua ini saya lakukan dengan tetap menghormati newsperson dan stasiun TV yang bersangkutan.
BA : Dari interview ini, saya menarik kesimpulan bahwa Rahma Sarita adalah anchor favorit anda....
WP : Well, people changed as the time goes on. Walaupun Rahma Sarita bukan lagi satu-satunya anchor favorit saya, ia tetap memberi kontribusi yang sangat besar dalam terbentuknya Brown Angels. Saat ini, saya tidak bisa mengatakan saya menyukai anchor tertentu, karena setiap kali melihat seorang anchor di Televisi, opini saya terhadap anchor yang bersangkutan pun menjadi jauh lebih positif. Namun penyiar berita yang bisa membuat saya langsung berkata "Wow, She's pretty cool!" adalah Kania Sutisnawinata (Metro TV) dan Shinta Puspitasari (TVOne). Sedangkan acara berita favorit saya adalah Apa Kabar Indonesia Pagi (TVOne) yang dibawakan oleh Indy Rahmawati.
BA : Harapan anda pada Brown Angels setelah melalui 100 hari pertama?
WP : Wah, saya hanya bisa berharap blog ini bisa terus eksis hingga berusia 200, 300, 400 hari dan seterusnya. Masalahnya, ada sedikit kendala dalam mewujudkan harapan saya. Bulan Mei/ Juni saya harus kembali kuliah ke luar negeri, dan hal itu jelas mempersulit saya untuk mendapatkan bahan artikel tentang para newsperson Indonesia. Tentunya saya sangat mengandalkan bantuan teman-teman dari Thread PBK maupun Blog NAA untuk mendapatkan informasi dan foto yang saya perlukan.
BA : Ok, terimakasih atas waktu anda. Semoga sukses!
WP : Sama-sama!
Brown Angels (BA) : Mengapa anda tertarik untuk membuat blog seputar newsperson dan newsanchor?
Wiku Pulangasih (WP) : Dalam 17 tahun kehidupan saya, hingga bulan Agustus 2008, saya sama sekali tidak mengetahui satu pun nama news person dan news anchor di Indonesia . Bukannya tidak pernah menonton acara berita, tapi saat itu saya belum memperhatikan sosok-sosok luar biasa yang menyajikan berita ke hadapan kita. Kemudian, salah satu teman baik saya berulang tahun, dan dia sangat mengidolakan Rahma Sarita. Saya pun berusaha membuat kartu ucapan selamat ulang tahun dengan gambar Rahma Sarita. Masalahnya, saat itu saya tidak tahu siapakah Rahma Sarita itu, seorang artis, tokoh politik, atau olahragawan. Baru setelah saya melakukan "Googling", saya mengetahui bahwa Rahma Sarita adalah seorang penyiar berita. Saya ambil satu gambar Rahma Sarita di internet, saya print (satu di kertas glossy, dan satu di HVS). dan saya hadiahkan satu lembar untuk teman saya.
BA : Setelah itu anda mulai tertarik pada dunia newsperson dan memutuskan membuat blog Brown Angels?
WP : Tidak secepat itu. Setelah peristiwa tersebut, saya masih belum memiliki ketertarikan untuk mengamati para newsperson. Sekitar bulan Oktober, saya berangkat ke Vienna, Austria untuk menjalani kuliah Seni Rupa. Hari pertama saya tiba di Vienna, saya langsung diberi tugas untuk membuat satu drawing wajah wanita dengan teknik realis, dan harus dikumpulkan keesokan harinya. Saat itu malam hari, udara sangat dingin, tidak ada koneksi internet, dan saya tidak punya satu kenalan pun untuk saya gambar wajahnya. Sebagai catatan, untuk melukis wajah dengan teknik realis diperlukan model (atau paling tidak foto) wanita dengan mata, hidung, bibir, dan alis yang benar-benar berkarakter "Wanita"; bibir lentik, mata indah, dan hidung mancung. Di tengah kebingungan saya, entah bagaimana di dalam buku sket saya menemukan foto Rahma Sarita yang di print di kertas HVS yang seharusnya sudah saya berikan sebagai kado untuk teman saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Rahma Sarita sebagai "model" drawing saya, dan ketika dinilai, karya tersebut menjadi satu dari sedikit karya saya yang mendapat nilai "A".
BA : Lalu?

WP : Yah, saya merasa sangat berterimakasih pada Rahma Sarita, dan mulai memantau sosoknya via internet. Saat itu, saya baru menyadari bahwa penyiar berita Indonesia sangatlah luar biasa, baik dari segi penampilan, kecerdasan, maupun profesionalisme. Bulan Januari 2009 saya kembali ke Indonesia (libur musim dingin, ditambah cuti tiga bulan untuk mempersiapkan pameran dan Ujian Cambridge University di Bidang Science) dan membuat blog Brown Angels pada tanggal 4 Januari 2009. Saat itu saya masih sangat bingung, akan saya bawa ke mana blog ini. Baik dari segi penulisan maupun tema artikel, Brown Angels masa itu masih sangat amburadul, dan bahkan saya sendiri merasa malu jika membaca artikel-artikel awal blog ini. Untungnya tak lama kemudian saya berkenalan dengan teman-teman dari Thread Penyiar Berita Kesayangan dan Blog News Anchor Admirer. Di sana saya mendapatkan banyak pengetahuan dan masukan berharga seputar dunia news person. Bahkan saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa blog NAA adalah role model untuk Brown Angels.
BA : Ok, setelah 100 hari berjalan, ada hal-hal menarik selama mengelola blog Brown Angels?
WP : Well, saya tidak menyangka bahwa Brown Angels berhasil mendapatkan Google Page Rank hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Pengunjung rata-rata blog ini tiap bulannya mencapai 3,000 visitor. Memang bukan angka yang luar biasa, namun dengan maintenance yang seadanya, statistik tersebut bagi saya merupakan angka yang fantastis. Yang jelas, setelah membuat blog ini, saya benar-benar menyadari kerja keras kaum jurnalis, terutama news anchor, dalam menyajikan sebuah berita.
BA : Metode apa yang anda gunakan untuk mengambil gambar para newsperson bagi blog ini? Ada etika yang harus diperhatikan?
WP : Saya mengcapture dengan kamera eksternal, dari televisi. Jelas bukan metode yang bagus untuk mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Namun saya berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan membuat artikel yang menarik.
Etikanya, jika anda memuat foto penyiar berita yang sedang bertugas di stasiun TV, jangan lupa sebutkan dari stasiun TV manakah sang Penyiar Berita berasal. Jangan pernah menggunakan foto-foto Penyiar Berita untuk mendapatkan keuntungan finansial dalam bentuk apapun (iklan, pay per click, dan lain-lain) karena foto-foto tersebut merupakan hak milik stasiun TV yang bersangkutan, dan anda mungkin harus berurusan secara hukum jika tetap nekat melakukannya. Satu lagi, hormatilah privasi anchor yang bersangkutan dalam berkomentar ataupun membuat artikel di internet.
BA : Selanjutnya akan anda buat seperti apakah blog ini?
WP : Saya ingin membuat blog yang tidak sekadar membahas para newsperson, namun juga ingin agar bisa memberi masukan bagi newsperson maupun masyarakat umum, baik dalam bentuk opini maupun kritik. Saya juga ingin menjaring opini publik sebanyak mungkin tentang para insan pers Indonesia melalui blog ini, oleh sebab itu saya membuat banyak polling yang dapat ditemui dalam artikel-artikel yang telah dipublikasikan. Tentunya semua ini saya lakukan dengan tetap menghormati newsperson dan stasiun TV yang bersangkutan.
BA : Dari interview ini, saya menarik kesimpulan bahwa Rahma Sarita adalah anchor favorit anda....
WP : Well, people changed as the time goes on. Walaupun Rahma Sarita bukan lagi satu-satunya anchor favorit saya, ia tetap memberi kontribusi yang sangat besar dalam terbentuknya Brown Angels. Saat ini, saya tidak bisa mengatakan saya menyukai anchor tertentu, karena setiap kali melihat seorang anchor di Televisi, opini saya terhadap anchor yang bersangkutan pun menjadi jauh lebih positif. Namun penyiar berita yang bisa membuat saya langsung berkata "Wow, She's pretty cool!" adalah Kania Sutisnawinata (Metro TV) dan Shinta Puspitasari (TVOne). Sedangkan acara berita favorit saya adalah Apa Kabar Indonesia Pagi (TVOne) yang dibawakan oleh Indy Rahmawati.
BA : Harapan anda pada Brown Angels setelah melalui 100 hari pertama?
WP : Wah, saya hanya bisa berharap blog ini bisa terus eksis hingga berusia 200, 300, 400 hari dan seterusnya. Masalahnya, ada sedikit kendala dalam mewujudkan harapan saya. Bulan Mei/ Juni saya harus kembali kuliah ke luar negeri, dan hal itu jelas mempersulit saya untuk mendapatkan bahan artikel tentang para newsperson Indonesia. Tentunya saya sangat mengandalkan bantuan teman-teman dari Thread PBK maupun Blog NAA untuk mendapatkan informasi dan foto yang saya perlukan.
BA : Ok, terimakasih atas waktu anda. Semoga sukses!
WP : Sama-sama!

Karya Wiku Pulangasih
Enigma of Immortality-Acrylic on Canvas- 300 cm x 200 cm- 2008
Enigma of Immortality-Acrylic on Canvas- 300 cm x 200 cm- 2008
Wiku Pulangasih dapat anda kontak melalui facebook dengan ID Wiku Pulangasih ataupun email wikuowen[at]yahoo[dot]com. Anda juga dapat mengunjungi alamat http://galeriruangtamu.blogspot.com/search/label/7.%20%20Wiku%20Pulangasih jika ingin menikmati karya-karya seni lukis Wiku Pulangasih.

0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar